Showing posts with label Networking. Show all posts
Showing posts with label Networking. Show all posts

Wednesday, April 27, 2016

FItur Port Mirrroring TP-LINK Easy Smart Switch TL-SG108E




Kebutuhan manage switch pada dasarnya banyak digunakan untuk keperluan manejemen insfrastruktur IT bagi perusahaan, instansi pemerintah, institusi swasta hingga sekolah untuk keperluan manajemen bandwith(QOS), VLAN, Trunking, troubelshooting(port mirroring). Dengan harga yang terbilang non-affordable untuk keperluan pribadi, maka terdapat alternatif untuk kita yang tidak mampu membeli perangkat manage switch dari beberapa vendor terkenal seperti Cisco(catalyst), hp(3com), Arista, Allied Telesync, Avaya, Brocade, Netgear, Fortinet(fortiswitch), Dell Switch, dan beberapa vendor dengan codename product nya masing-masing.

Salah satu alternatif yang dapat kita manfaatkan, dan affordable untuk keperluan riset khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalankan tugas akhir mengenai network dan information security untuk keperluan monitoring dapat menggunakan product dari TP-LINK easy smart switch TL-SG108E. Produk ini terbilang sangat baik dan mudah bagi pengguna awam. Beberapa fitur yang tersedia antara lain :

Switching : IGMP Snooping, Port Trunking
Monitoring : Port Mirror, Cable Test, Loop Prevention
VLAN : MTU VLAN, Port based VLAN, 802.1Q VLAN, 802.1Q PVID
QOS : QOS Basic, Bandwith Control, Storm Control,

Penulis sendiri menggunakan perangkat ini untuk keperluan riset, untuk skala penelitian (topologi) yang tidak terlalu kompleks sangat disarankan. Untuk pengkonfgurasiannya pun terbilang sangat mudah, karena disediakan driver (interfacing) berbasis GUI untuk mengelola fitur-fitur yang terdapat pada tp-link smart switch.

Berikut dapat dilihat setting konfigurasi port mirroring pada TP-LINK easy smart switch :







Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Friday, July 10, 2015

Mengaktifkan koneksi melalui konsol (CLI) di linux dengan nmcli


mengaktifkan koneksi melalui konsole (CLI) di linux dengan nmcli





Kali ini kita akan menjelaskan mengenai cara mengaktifkan koneksi baik broadband, wireless ataupun wired melalui terminal linux. Metode ini digunakan biasanya pada sistem operasi yang tidak menggunakan atau memasang Desktop Environment, seperti Linux Server(CentOS, Debian, Ubuntu).

Baiklah, pada percobaan ini kita akan mengkoneksikan laptop (linux) dengan access point/ wireless hotspot dari mobile phone.

Jadi bagaimana caranya untuk mengaktifkan koneksi melalui terminal ?
Dari menu graphical (GUI) kita biasanya menggunakan network manager, dari itu kita akan menggunakan network manager command line interface atau juga disebut sebagai "nmcli"
untuk mengontrol koneksi dari device network yang terhubung ke end-device milik kita.
seperti modem(broadband), wireless connection(wifi), ataupun wired(utp/stp).
#man nmcli

Untuk melihat ketersediaan koneksi maka jalankan terlebih dahulu perintah berikut :
#nmcli dev status
Akan terlihat interface yang aktif dan tersedia dari itu kita tahu bahwa koneksi wlan0 yang available walaupun dalam keadan disconnect dari itu kita perlu mengkatifkannya.
mengaktifkan koneksi melalui terminal dengan nmcli






#nmcli [OPTIONS] OBJECT | COMMAND
contoh ditas merupakan susunan dasar perintah nmcli
untuk kegunaan kita langsung melangkah pada komponen yang terdapat pada OBJEK
OBJEK terdiri dari
  • nm
  • con 
  • dev

Jika kita tidak mengetahui connnection name/SSID maka jalankan command shell berikut agar kita mengetahui
#nmcli con list
Maka akan tampil listing connection name seperti pada gambar berikut, terlihat bahwa terdapat SSID dengan nama "Tri Mobile Data 7281"
mengaktifkan koneksi melalui konsol (CLI) di linux dengan nmcli




Untuk mengkoneksikannya kita gunakan objek "con" dengan perintah berikut
#nmcli con up id "Tri Mobile Data 7281
Jika sudah maka akan muncul dialog seperti gambar dibawah ini :
mengaktifkan koneksi melalui konsole (CLI) di linux dengan nmcli







Itu artinya wireless connection sudah terhubung.
Jadi bagaimana jika kita ingin menonaktifkan atau melakukan disconnecting pada access point tersebut?


Caranya ialah dengan command shell berikut :
#nmcli dev disconnect iface wlan0
Dengan menjalankan command shell tersebut koneksi pada AP tersebut sudah terputus.

Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Wednesday, July 08, 2015

DVWA - Sarana onself training untuk web penetration test

Damn Vulnerable Web App merupakan salah satu dari beberapa framework web vulnerable yang ditujukan untuk pembelajaran. Framework ini memiliki kelebihan lain dibandingkan kebanyakan framework web vulnerable seperti OWASP-Hackademic, ExploitDB, LAMPSecurity dan banyak lainnya, salah satu kelebihannya yakni dikarenakan framework ini menggunakan PHP dan MYSQL sebagai basisnya. Dikembangkan oleh RandomStorm salah satu Security Provider ternama dari UK, oleh karena itu bagi pemula yang ingin mempelajari dan memperdalam baik untuk keperluan offensive maupun defensive DVWA menjadi pilihan karena framework ini berbasis opensource, jadi kita dapat sesuka hati untuk melakukan oprek.

Setelah mengetahui beberapa kelebihan tersebut tidak ada salahnya untuk mencoba dan mempelajari dasar-dasar web penetration. Beberapa jenis serangan yang disajikan oleh DVWA antara lain ialah :

1.  Brute Force
2.  CE(Command Execution)
3.  CSRF(Cross Site Request Forgery)
4.  File Inclusion
5.  SQL Injection
6.  SQL Blind
7.  Upload(shell)
8.  XSS(Reflected, Stored)

Kedelapan jenis serangan berikut hampir seluruhnya terkategori dalam 10 besar OWASP top 10.Kelebihan lainnya dari DVWA ialah adanya security level dari framework tersebut artinya tingkat vulnerabilities dari sistem tersebut dalam menerima malicious input dari pentester.
Agar penggunaan lebih baik lagi disarankan untuk mempelajari fundamental dari masing-masing serangan, terkadang terdapat beberapa istilah terkait seperti Injection Flaw (Code Injeciton, SQL Injection). Dari itu pelajari terlebih dahulu fundamental dari masing" istilah serangan.

Untuk selanjutnya kita akan membahas mengenai proses instalasi pada web server dan juga bagaimana proses pentest dilakukan untuk tiap" serangan.

Oke sekian, terima kasih semoga bermanfaat.


Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Monday, July 06, 2015

Network Monitoring System menggunakan MRTG dan Wireshark

NMS merupakan abbreviation dari beberapa definisi berikut antara lain :
- Network Monitoring System
- Network Management System 
- Network Management Station

Oke terlepas dari arti NMS itu sendiri, pada dasarnya kita mengetahui NMS difungsikan untuk memonitoring dan memanjemen sumberdaya jaringan pada suatu infrastruktur.
Pada pos kali ini merupakan beberapa keyword terkait mengenai NMS:
SNMP, SNMP Agent, SNMP Manager, MIB, Trap.

Studi kasus pada artikel ini yakni pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya.
Kita akan membahas secara spesifik satu persatu bahasan mengenai NMS 

SNMP
SNMP merupakan abbreviation dari Simple Network Management Protocol, merupakan suatu mekanisme standar dalam bertukar informasi antara SNMP Agent dan SNMP Manager

SNMP Agent
SNMP Agent meneyediakan layanan monitoring baik secara remote ataupun lokal

SNMP Manager
SNMP Manager merupakan aplikasi manajemen yang bertugas melakukan monitoring dan melakukan remote/administrasi sistem. SNMP Manager memiliki tugas sebagai berikut sebagai berikut :
- Menerima dan menampilkan trap
- Mengirimkan SNMP gets dan sets pada SNMP Agent (dalam hal ini router)
- Menyediakan tampilan berupa graph hasil trapping
 
MIB (Management Information Base)
MIB berada pada titik(node) yang akan dimanajemen baik pada manager maupun agen dan juga MIB mendefinisikan atasan yang dikelolanya. MIB memiliki tugas sebagai berikut :
- Menentukan paramater apa yang akan diakses
- Bagaimana setiap nilai tersebut dapat diidentifikasi
- Bagaimana setiap nilai tersebut dapat diencode
- Bagaimana setiap nilai tersebut dapat di interpretasi
MIB mengandung objek(unit dari manajemen informasi) yang dibagi menjadi skalar dan tabel, yang diidentifikasi dari Object Identifier(OID). Objek ini bertukar informasi antara node yang dimanage yang dapat dimodifikasi melalui NMS

TRAP
Trap adalah event yang dikirimkan oleh agen kepada manajer. Objek terkait dan nilai dapat dikirimkan melalui trap. Pengiriman trap ini tidak memeiliki garansi karena trap bekerja pada protokol yang sifatnya connectionless


Arsitektur umum SNMP

Percobaan ini menggunakan 1 buah router yang digunakan sebagai agent (mikrotik router) dengan dukungan SNMP. Mikrotik mendukung hampir semua versi SNMP yang ada. Laptop/PC digunakan sebagai SNMP manager. SNMP manager ini dapat berupa aplikasi traffice grapher seperti Cacti, MRTG ataupun munin dan juga service SNMP harus berjalan pada kedua perangkat, pada agen maupun manager
Topologi Percobaan

IP Manager   : 192.168.88.5
IP Agent        : 192.168.88.2

MRTG
MRTG (Multi Router Traffic Grapher) merupakan aplikasi yang digunakan untuk memantau beban trafik pada link(node) jaringan. MRTG akan men-generate halaman HTML yang berisi gambar yang merepresentasikan trafik melalui jaringan secara harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. MRTG dibuat oleh Tobies Oetiker menggunakan Perl dan C dan tersedia untuk sistem operasi UNIX like (LINUX) dan juga WINDOWS 

WIRESHARK
Hasil analisa menunjukkan bahwa SNMP dalam melakukan trapping selalu berselang 5 menit untuk trapping selanjutnya. Trapping ini dapat dilakukan dengan melakukan filtering dengan keyword filter "snmp", akan terlihat hasil capture yang berkaitan dengan ip manager dan ip agen serta request dan response yang dihasilkan dan juga datalength.

PERCOBAAN
Percobaan dilakukan dengan menggunakan laptop dengan distribusi linux(debian) sebagai manajer dan juga router sebagai agen. Pada agen maupun manajer snmp harus terlebih dahulu dijalankan sebagai daemon. Parameter yang dimonitoring adalah trafik upstream maupun downstream dari koneksi WAN (internet).

1. Merancang topologi sederhana untuk menerapkan agen dan manajer

2. Router bertindak sebagai agen sedangkan PC/Laptop digunakan

sebagai manajer

3. SNMP enable untuk tiap agen maupun manajer

MRTG digunakan sebagai traffic grapher yang berfungsi untuk mengukur beban trafik pada jaringan dan memvisualisasikan trafik dari variabel-variabel agen. Variabel tersebut antara lain dapat berupa interface eth, wlan atau pun mode bridge. Interface tersebut dapat divisualisasikan dalam bentuk graf, yang merepresentasikan proses upstream dan downstream.

1. MRTG dipasang pada laptop yang bertindak sebagai manajer (Linux)

2. Dan juga harus tersedia web server pada laptop manajer untuk mengakses

index file mrtg

Selanjutnya lakukan instalasi MRTG pada Manajer dalam hal ini (laptop) kemudian lakukan konfigurasi seperti cfgmaker untuk menentukan community dan juga router_address sehingga MRTG akan tahu komunitas dan alamat router apa yang akan di trapping. Dan langkah terakhir membuat index file kedalam mrtg.cf.

Kemudian dibutuhkan perangkat lunak yang berfungsi untuk melakukan eavesdropping, seperti wireshark yang dapat digunakan sebagai packet sniffer untuk memantau trafik dalam jaringan. Trafik yang akan dianalisa pada percobaan ini mengacu pada protokol aplikasi yakni protokol SNMP.

1. Wireshark difungsikan untuk melakukan sniffing pada network dan melakukan

filtering protokol SNMP sehingga dapat dianalisa  

ANALISA

MRTG menghasilkan graf secara realtime dan dapat di akses melalui web. Dimana trafik yang dihadirkan berupa trafik inbound maupun outbond. Warna merepresentasikan jenis trafik seperti hijau mewakili trafik inbound (downstream) dan outbound (upstream). Trafik ini dibagi kedalam beberapa bagian seperti hari, minggu, bulan bahkan tahun. Data ini didapatkan dari hasil trapping, sehingga antara agen dan manajer data tersebut dapat di tangkap. Berikut hasil capturing dari hari sebelumnya pada tanggal 26 hingga 27 November 2014, antara rentang waktu yang dapat dilihat pada gambar, dimulai pada pukul 16:00 pada hari rabu hingga pukul 17:55 hari kamis:

Selain interface diatas juga terdapat 3 interface lain seperti, eth2, wlan1 dan bridge-local. 
MRTG Index Page merupakan file index yang pertama kali tampil pada saat mengakses mrtg. MRTG diakses melalui web server (Apache), pada sistem operasi linux path file terletak pada /var/www , pada path inilah yang akan diakeses pertama kali oleh web browser. Pada gambar Traffic Analysis for 2 mewakili visualisasi trafik pada interface eth2, selanjutnya Traffic Analysis for 5 mewakili visualisasi trafik pada interface eth5, sedangkan untuk Traffic Analysis for 6 mewakili visualisasi trafik pada interface wlan1 dan yang terakhir adalah Traffic Analysis for 7 mewakili visualisasi pada bridge-local yang berfungsi untuk melakukan bridging connection.
Wireshark akan digunakan sebagai packet sniffer yang berguna untuk melakukan sniffing terhadap network, namun dalam kegiatan ini kita akan melakukan filtering hanya pada protokol SNMP. Contoh gambar 3 berikut : 


Data Capturing
 
Pada gambar tersebut terlihat hasil filtering dengan keyword “snmp” yang kita masukkan, terlihat beberapa caption sperti no, time, destination, protocol, data length dan juga info. Deretan tupple ini memperlihatkan handshake yang dilakukan antara kedua alamat. Address pertama 192.168.88.9 merupakan alamat ip manajer sedangkan alamat kedua 192.168.99.2 merupakan alamat router atau agen. Manajer melakukan request kepada agen berupa get-request dan nomor OID yang terlihat pada info, kemudian agen memberikan pesan get-response menuju manajer. Proses trap ini dilakukan terus menerus dalam jangka waktu 5 menit dan menampilkan result hasil trap.


  
Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Monday, February 02, 2015

Vulnerabilty Assessment aka Scanning



Mungkin tidak banyak yang tahu fase dasar dalam melakukan penterasi dalam hal ini (hacking), hacking itu sendiri memiliki metode tersendiri dan secara umum berlaku penggunaannya bagi setiap orang, terdapat beberapa tahapan metode yang secara umum bisa diklasifikasikan sebagai berikut : reconnaissance atau biasa kita sebut information gathering, karena penggunaan kata recon mengacu pada observasi/riset terhadap victim, kemudian scanning (poin yang akan kita bahas), exploitation dan maintaining access. Tahap-tahap diatas berlaku secara umum untuk diterapkan dan juga mengacu pada beberapa buku seperti penetrasi seperti "Hacking Exposed", scanning diidentikkan sebagai "Vulnerability Assessment".

Jika secara umum, seorang peretas telah memiliki cukup informasi mengenai victim, yang ia peroleh dari media sosial, mesin pencari bahkan melakukan social engineering untuk memperoleh informasi mengenai victim, kemudian langkah selanjutnya  adalah melakukan scanning, objek scanning ini dapat berupa web, mail dan bahkan media sosial. Scanning sangat berfungsi untuk mengetahui dimana letak vulnerability dari suatu sistem, untuk mendapatkan kelemahan itu tahap awal ialah dengan melakukan scanning, informasi-informasi tersebut biasanya berupa service dalam sistem operasi seperti host discovery, open port, ip address, operating system, IDS/Firewall evasion. Informasi ini merupakan informasi yang bersifat logical, artinya jika sistem yang akan kita lakukan pemindaian (scanning) maka output yang didapatkan pun akan berbeda. Setelah memahami dasar dan terminologi scanning itu sendiri, kita akan membahas tools dan perangkat apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan scanning.


1. Nmap
Tidak ada yang tidak kenal dengan tools yang satu ini, powerfull, lightweight, cross-platform, dan yang pasti tools ini memiliki segudang fitur yang dapat membantu kita untuk memperoleh informasi mengenai celah keamanan suatu sistem. Nmap juga telah menjadi standar tools yang digunakan sebagai "Vulnerability Assessment". Secara umum nmap dapat melakukan segala tugas sebagai tools scanning, dari protocol analysis(DNS,SMTP,SMB), IDS/IPS identification, Live host Identification, network scanner, os fingerprinting dan masih banyak lagi fungsi yang dapat dilakukan nmap secara umum. Nmap juga memiliki GUI version yang biasa disebut Zenmap

2. OpenVAS
OpenVAS merupakan suatu framework dari kumpulan berbagai layanan terpadu yang menawarkan secara lengkap (comprehensive) dan juga powerful Vulnerability Assessment tools.

3. Maltego
Maltego merupakan opensource assesment dan juga forensics tools yang melakukan discovery terhadap data terkait dengan opensource
4. Casefile
Tidak berbeda dari maltego tools ini jug berfungsi melakukan assessment pada perangkat lunak opensource.

4. Nikto
Nikto merupakan opensource V.Assessment yang biasa digunakan untuk melakukan scanning terhadap infrastruktur berbasis web, 

Setelah kita mengetahui bebarapa tools scanning yang terkhusus untuk melakukan assessment pada infrastruktur selanjutnya akan disajikan beberapa tools yang terkait dengan Web Applications, antara lain :

1. Websploit
2. Wpscan
3. Burpsuit
4. Vega
5. OWASP-zap
6. Nikto
7. Sqlmap
8. Xsser
Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Sunday, February 01, 2015

Scripting language pada sistem operasi Linux dan Windows

Web developer, sysadmin, network engineer sebagaimana mereka menyebutnya, script programming pada dasarnya  berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yang dikenal oleh banyak orang, pemrograman script yang pasti juga berbeda dalam proses eksekusi programmnya dan karena itu bahasanya pun berbeda dengan bahasa pemrograman umum yang menggunakan compiler.
Beberapa sumber mendefinisikan hal ini sebagai berikut :

" A scripting language or script language is a programming language that supports scripts, programs written for a special run-time environment that can interpret (rather than compile) and automate the execution of tasks that could alternatively be executed one-by-one by a human operator. Environments that can be automated through scripting include software applications, web pages within a web browser, the shells of operating systems (OS), and embedded systems "

Perbedaan yang pertama yang terlihat antara lain, jika bahasa pemrograman seperti java, c, c++ yang menggunakan compiler, linker untuk mengeksekusi program, sedangkan secara umum scripting language tidak berjalan demikian, program dapat dijalankan cukup dengan melalui konsol dan juga API/engine dari scripting language itu telah terpasang dalam sistem operasi. Untuk orang-orang yang bergerak dibidang networking, seperti sysadmin tentunya, yang biasanya sangat familiar dengan scripting. Sysadmin menggunakan script untuk membantunya menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efektif. Seperti BASH (Bourne again Shell) shell script yang default terdapat pada sistem operasi linux, teknik scripting ini biasa disebut sebagai shell scripting.

Selanjutnya dalam memprogram dengan menggunakan scripting language lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemrograman umum, karena scripting language menerapkan interpreter dalam mengeksekusi program. 

Beberapa scripting language yang telah dikenal banyak orang antara lain adalah Erlang, Unix shell script(bash, ksh, csh), Perl, Lua, Python, PHP,  jscript, javascript, vbscript, windows poweshell. Setelah kita mengetahui beberapa poin antara sejarah umum bahasa scripting kita kategorikan dari yang paling tua hingga keterbaruan.

1. Erlang (1986)
2. Shell Script ()
3. Perl (1987)
4. Tcl (1988)
5. Python (1991)
6. Ruby (1995)
7. PHP (1995)
8. Javascript (1995)
9. Powershell (2006)

Diantara beberapa bahasa berikut yang kurang familiar mungkin adalah Erlang, Tcl, Powershell. Penulis akan menjelaskan secara singkat perbedaan dan sejarah untuk tiap bahasa yang kita anggap kurang familiar berikut . .

Erlang, bisa dikatakan Erlang merupakan predecessor dari setiap bahasa scripting yang kita kenal sekarang, karena ia telah ada sejak awal berkisar pada tahun 1986 dan juga telah berumur  kurang dari 30 tahun (waw).
Tcl, pronounce Tickle juga merupakan bahasa scripting yang telah ada dan merupakan scripting language yg juga dikembangkan di Barkeley University
Poweshell, Untuk bahasa script berikut ini diterapkan di platform Windows Server dan yang pasti tidak bersifat opensource namun proprietary. 


Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Useful NMAP Command Switch

NMAP merupakan singkatan dari Network Mapper, merupakan security tools yang opensource yang telah dijelaskan pada pos sebelumnya bahwa digunakan untuk tujuan scanning (vulnerability assessment), security audit, karena keandalannya, nmap juga sudah menjadi standar tools untuk vulnerability assessment.

Tujuan dari pos kali ini adalah untuk menjelaskan beberapa command switch yang dapat berguna untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai network, host discovery, port dan lain - lain :

Require :
Pada percobaan dapat kita gunakan sistem operasi linux (prefer)
distro yang digunakan adalah kali linux.

Installation :
Untuk  beberapa distro linux yang menggunakan sistem packaging dapat langsung melakukan instalasi
debian base              : #apt-get install nmap
centos/fedora base : #yum install nmap

Scenario :
Skenario dapat kita buat sesuai kebutuhan seperti dalam sebuah Local Networ, seperti berikut :

contoh skenario


Pertama kita scenario kan bahwa perangkat yang berada dalam 1 network tersebut memiliki alamat network 10.120.200.0/24 kita buat dalam bentuk classless dan tidak mainstream.
Oke sebelumnya, attacker dapat melihat jangkauan ip address itu sendiri dengan melihat alamat yang ia dapatkan dari DHCP server, sehingga mengetahui alamat network, karena akan dibutuhkan dalam scanning nantinya.

Format Command Switch :
nmap [ ...] [ ] { }

1. Host Discovery
Host discovery berguna untuk mengetahui perangkat-perangkat yang aktif dalam jaringan, informasi yang disajikan dapat berupa, alamat ip, mac, dan interface manufacture yang aktif,


# nmap -sL 10.120.200.0/24 

# nmap -sP 10.120.200.0/24 

# nmap -sn 10.120.200.0/24 

2. OS Detection
Untuk mengetahui jenis sistem operasi yang digunakan victim .. misalkan kita telah mengetahui alamat dari remote host yang aktif


# nmap -O 10.120.200.4/24

3. Port Scanning
Nmap, dibandingkan dengan tools lainnya, sangat powerfull untuk urusan ini, karena terdapat banyak kombinasi perintah yang dapat digunakan untuk



# nmap -p 1-1000 10.120.200.4/24


# nmap -A 10.120.200.4/24


# nmap -v -A 10.120.200.4/24

scan spesific ports


#nmap -p 22,80 10.120.200.4/24

4. Show interfaces and routes


#nmap --iflist

5. Detect Remote Service

#nmap -sV 10.120.200.4/24
Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Friday, January 30, 2015

linux wallpaper

Tux wallpaper Full HD
Iseng-iseng sharing wallpaper, kali-kali sobat yang baca udah bosen dengan wallpapernya , yg biasa wall nya landscape, photography disarankan untuk nyobain wallpaper vector .. seperti yang dibawah .. khususnya pengguna linux
jadi alternatif pilihan biar gak bosen .. dan juga wallpapernya custom made jadi bisa dipilih-pilih mau gimana ..




Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Thursday, December 11, 2014

SMART HOME Kontrol lampu berbasis web

Sudah lama gak nulis, jadi kepengen nulis dan bagi-bagi pengetahuan kepada semua, kali ini mengenai smart home, ya projek tugas besar sistem embedded semester 7 dengan sks yang gede 4sks, jadi ngeri kalo gak jadi hhe. Oh ia, gak lupa kasih tau kalo penulis jurusan "sistem komputer" jadi ya tugasnya pasti ada alat, ada ngoding. Oke baca lanjutannya ya .... 

Smart home, secara sepintas mungkin sistem yang dibangun terlihat sangat kompleks, padahal sebenarnya bisa dibilang sistem yang dibuat ini cukup sederhana dengan memanfaatkan beberapa komponen seperti board controller, laptop dan juga Access point kita sudah dapat membangun rumah pintar sederhana, ditambah dengan pengetahuan web programming, karena sistem yang dibuat berbasis web setidaknya memiliki pengethuan mengenai HTML, CSS, JS, PHP dan Jquery. Oke, jadi yang jadi pertanyaan adalah perangkat-perangkat apa saja yang digunakan untuk membuat sistem seperti ini ? Berikut adalah jawabannya . .

- Maket rumah (dapat dibuat dengan akrilik/triplek)
- 3 buah LED yang telah disolder dalam PCB bolong dan dibuat kabel jumpernya
- Laptop ( Disarankan menggunakan linux)
  •   Debian distros 
  •   Web Server Installed (Apache2)
  •   PHP 5 Installed
- Arduino UNO - Board Controller
  •  Full package Board + USB-Serial cable
  •  Arduino IDE (IDE Compiler nya arduino jg harus terinstal)
- Access Point atau Wireless Router
  • Merk apapun bisa digunakan, dalam percobaan menggunakan LINKSYS  WRTG54G
  • Atau bisa juga menggunakan hostapd (ap-hotspot) di linux yang bisa jalandi distro berbasis debian seperti ubuntu, mint dan varian lain.
- Ethernet Cable (AP to PC)
- Mobile Phone ( Android, iOS, WindowsPhone)

Berikut merupakan skematik perancangan smart home - kontrol lampu berbasis web




                                                        Gambar(1) skematik perancangan




Maket
Maket dibuat dengan menggunakan kayu, triplek dan juga akrilik, dapat dilihat seperti gambar berikut, LED diletakkan pada bagian atas agar menyerupai bola lampu






                                                         Gambar(2) hasil jadi sistem
 


Langkah kerja
1.  Langkah pertama kita akan "coding" board controller (arduino) terlebih dahulu
karena kita tahu terdapat 3 buah LED yang digunakan maka otomatis kita juga akan menggunakan 3 buah pin, antara lain pin 8, 12, 13 dimana ketiga pin ini merupakan pin digital. Dapat anda lihat sendiri pada datasheet ATMEGA 328.
Dan jangan lupa untuk melakukan grounding untuk setiap led.

2. Kemudian program board tersebut setidaknya dapat dijalankan menggunakan input berupa huruf atau angka. Pada contoh dibawah kita menggunakan input user berupa angka yang dapat dibaca melalui serial monitor nantinya Contoh seperti berikut : 

 int ledPin13 = 13;
 int ledPin12 = 12;
 int ledPin8 = 8;
 int incomingByte;

void setup() {

 

Serial.begin(9600); // initialize serial communication
pinMode(ledPin13, OUTPUT);
pinMode(ledPin12, OUTPUT);
pinMode(ledPin8, OUTPUT);
}

 void loop()
 

 {

   // see if there's incoming serial data:

   if (Serial.available() > 0)

     {

       incomingByte = Serial.read(); // read the oldest byte in the serial buffer

     //Preform the code to switch on or off the leds

      if (incomingByte == '0') {

    digitalWrite(ledPin13, HIGH); //If the serial data is 0 turn red LED on

  }

   if (incomingByte == '1') {

   digitalWrite(ledPin13, LOW); //If the serial data is 1 turn red LED off

 }
     if (incomingByte == '2') {
    digitalWrite(ledPin12, HIGH); //If the serial data is 2 turn green LED on

  }
   if (incomingByte == '3') {

   digitalWrite(ledPin12, LOW); //If the serial data is 3 turn green LED off

 }
   if (incomingByte== '4') //If the serial data is 3 turn green LED on

   {

   digitalWrite(ledPin8, HIGH);
    }
   if(incomingByte=='5') //If the serial data is 3 turn green LED off

     {
     digitalWrite(ledPin8, LOW);
     }
 }
}


<!-end of code block ============================================--> 3. Lanjut, untuk web server kita dapat menggunakan bundling ataupun dapat di instal secara stand-alone install apache2 dan php5, karena kita tidak membutuhkan database maka tidak perlu memasang mysql. Jika telah terpasang buatlah folder/direktori yang akan diakses nantinya 

seperti direktori 'smart' atau dapat disesuaikan dengan selera kalian, selanjutnya kita buat file index.php dan style.css karena kedua file ini saling terkait satu sama lain.

4. Jika telah selesai kita akan masuk ke poin utama bagaimana pemrosesan arduino dapat diakses melalui web server. Bagian inilah yang menjadi bagian penting agar sistem tersebut dapat diakses secara mobile melalui web. Sebelumnya penulis akan menjelaskan bahwa secara hardware Arduino UNO untuk dapat digunakan menjadi web server harus menggunakan suatu extension atau kita bisa sebut sebagai shield tambahan yg harus diembedd pada board UNO sehingga dapat dijadikan web server, Shield ini dikenal dengan nama ethernet shield, mungkin karena keterbatasan rupiah yg ada pada penulis maka penulis mencari cara bagaimana agar arduino terlebih komunikasi serial nya dapat langsung dihubungkan tanpa adanya perangkat tambahan dan hal tersebut ternyata dimudahkan karena terdapat pengembang yang membuat suatu class (kelas) dalam pemrograman berorientasi objek dalam php yang artinya dapat kita gunakan dan akses dari  kelas tersebut, seperti koneksi serial, untuk buka dan tutup komunikasi. Dari itu penulis juga hanya melakukan akses dari kelas tersebut dengan membuat objek baru pada file index sehingga dapat berjalan.

5. Portal web dapat dibuat sesuka hati dan sebagus mungkin, dan dibuat sefisien mungkin, kalo jago css nya pasti 'insha Allah' bisa bagus. Untuk contoh ini yang penulis buat karena dibuat terpisah antara akses melalui 'desktop/laptop' sama akese lewat 'Mobile Phone' seperti ini tampilannya, sederhana hanya ada header, ACTIVE/INACTIVE button, status lampu. Yang pasti dibuat sesederhana mungkin, terlihat akses terdapat pada direktori php, dan untuk mobilenya nanti adalah php2. Untuk kegunaan yang pasti sama, dan pada mobile yang pasti dibuat dengan ukuran mobile.


Gambar(3) Web based interface



Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Monday, September 08, 2014

MAC Spoofing di sistem operasi linux


mac spoofing di sistem operasi linux

Physical Address (MAC) yang pada referensi OSI terletak pada layer 2 (datalink) merupakan alamat fisik yang terdapat pada device/ perangkat yang memiliki antarmuka/interface NIC. Alamat ini bersifat fisik artinya melekat pada perangkat dan dapat diidentifikasi dengan berbagai metode. Bagi kalian yang sering berinternet ria. Baik wired ataupun wireless. Alamat fisik ini pasti dimiliki oleh tiap interface.

Spoofing sangat berguna bagi seseorang dengan kondisi tertentu yang pasti. Jika terkoneksi pada Jaringan lokal kampus yang pasti infrastruktur LAN sangat diperhatikan termasuk keamanan maka penggunaan proxy sebagai filtering ataupun penggunaan IDS/IPS pada sistem juga harus diperhatikan oleh pengguna. Jika mac address suatu device terblock dan tidak diberikan hak akses dalam melakukan surfing ke internet pada protokol tertentu misalkan http karena kita telah mengakses situs-situs tidak baik maka mac spoofing sangat diperlukan agar kita dapat kembali berselancar ria di internet.

Kali ini kita akan membahas bagaimana melakukan spoofing MAC Address pada sistem operasi linux. Kenapa linux karena di linux segala hal tidak menjadi batasan. Karena semua module dan kerangka kerja sistem sudah bisa dilakukan melalui CLI. Jadi untuk melakukan spoofing pada dasarnya yakni identifikasi terlebih dahulu interface yang kita gunakan jika kita menggunakan kabel(ethernet) maka kita harus melakukan spoofing pada interface "eth0" jika wireless maka kita akan melakukan spoofing pada interface wireless card(dimisalkan atheros) maka interface "ath0" atau "wlan0"

Sebagian besar pengguna di indonesia menggunakan sistem operasi debian base seperti ubuntu, kali, mint, zorin dan lain-lain maka struktur manajeman administrasi pun pasti tidak jauh berbeda

yang pertama harus kalian lakukan adalah masuk ke mode previlage
sudo su (gunakan sudoer)

down/matikan interface terlebih dahulu
# etc/init.d/networking stop

jika sudah maka ganti mac address lama dengan yang baru
# ifconfig eth0 hw ether "alamat mac yang baru "

ingat mac address berukuran 48 bit (6byte)
kemudian up kan kembali interface dengan cara
# etc/init.d/networking start

metode diatas pada dasarnya digunakan pada distro debian base ... namun jika terdapat utilitas ip route dapat juga menggunakannya dengan cara sebagai berikut

# ip link set dev eth0 down
# ip link set dev eth0 address "alamat mac "
# ip link set dev eth0 up

Cara diatas dapat pula dilakukan. karena cara ini tidak seluruhnya menonaktifkan interface dan hanya salah satu interface.
mac spoofing juga berfungsi untuk identity masking.

Teknik diatas tidak berlaku secara permanen. Karena jika dilakukan reboot atau disconnecting pada jaringan maka mac akan berubah ke alamat asal.
Dan bagaimana cara mengganti MAC address secara permanent
Kalian dapat memetakan alamt tersebut pada interface secara langsung :
pada debian base biasanya terdapat di
/etc/network/interfaces
Kalian dapat mengubah nya langsung melalui console editor seperti  vi, nano ataupun pico, penulis sendiri biasa menggunakan pico sebagai console editor

jadi misalkan

# pico /etc/network/interfaces
maka  akan terdapat alamat loopback
auto lo
iface lo inet loopback
hwaddress ether 00:18:f3:3a:2e:dd

kemudian save dengan cara Ctrl+o dan interrupt untuk keluar dengan command Ctrl+z
Dan yapp.. kita telah selesai melakukan spoofing..


Terima Kasih :D
salam FOSS
  
Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Sunday, April 06, 2014

Instalasi Omnet++ di Ubuntu 11.04 ( Natty)



instalasi omnet++ di ubuntu











Kali ini saya akan menjelaskan tahap - tahap instalasi omnetpp. Pada dasarnya manual books atau Installation Guide sudah tersedia dan di bundling ke dalam aplikasi tersebut. Jadi kali ini saya akan menjelaskan proses dan tahapan instalasi tersebut. Aplikasi tersebut dapat di unduh disini (official) Link

Omnet++ merupakan perangkat lunak aplikasi yang dikhususkan pada simulasi network dimana berbasiskan framework, dan komponen base ny didasarkan pada C++. Untuk pembangunan dan performasi jaringan yang berbasis wired, wireless, protocol dan berbagai macam spesifikasi yang dibangun dari simulator ini. Omnet merupakan simulator yang bersifat terbuka, artinya tidak dituntutnya lisensi akan penggunaan perangkat ini. Dan lebih bagusnya lagi. KIta juga dapat mengembangkan modul" sendiri yang dikhususkan dalam mensimulasikan bahasan yang kita buat ( walau saya sendiri baru memulai ).

Kesulitan dalam penggunaan aplikasi ini mungkin pada dasarnya adalah penggunaan bahasa berorientasi objek dimana digunakan C++. C++, yang seperti kita ketahui merupakan bahasa yang dikembangkan oleh BJarne S. Bagi penulis sendiri bahasa ini lebih kompleks dibandingkan bahasa pemrograman lain yang sudah mendukung Objek seperti, C#, Java yang mana lebih ramah apabila kita ingin memulai. Namun kita masih harus tetap belajar dan belajar. :D

Oke kita lanjutkan, apabila file tersebut telah diunduh. dan anda dapet memindahkan file tersebut terlebih dahulu langsung dibawah direktori /home, yang sebelumnya file tersebut berada di direktori


/home/"user"/Downloads


File yang anda unduh akan berbentuk tape archive (tar.gz). Untuk meng-ekstrak file tersebut anda dapat melakukan sesuai perintah dibawah , dengan mode previlage root

root@PC:/home# tar -xzf omnetpp-4.4.1-src.tgz 


Maka file tersebut telah terekstrak di direktori home. Dan sebelumnya ubah permission dari file tersebut. Agar tidak sengaja ter-remove oleh anda :P .

root@PC:/home# chmod 711 omnetpp-4.4.1-src.tgz 

pastikan anda dalam keadaan root untuk merubah permission

Kemudian menuju direktori omnetpp-4.4.1 


root@PC:/home# cd omnetpp-4.4.1 


Anda akan melihat banyak file dan direktori di file tersebut. Eitss Namun sebelumnya kita jeda terlebih dahulu karena dimungkinkan terdapat package yang tidak mendukung.
Kali ini penulis khusukan pada pengguna yang menggunakan distro debian based yang packaging menggunakan APT (Advanced Packaging Tool).

Jika telah terkoneksi ke internet. Install daftar package seperti berikut

root@PC:/home/omnetpp-4.4.1# apt-get install build-essential gcc g++ bison flex perl \
tcl-dev tk-dev blt libxml2-dev zlib1g-dev openjdk-6-jre \
doxygen graphviz openmpi-bin libopenmpi-dev libpcap-dev

Kemudian tunggu sampai package" tersebut selesai dipasang.
Jika telah selesai update package tersebut.

root@PC:/home/omnetpp-4.4.1# sudo apt-get update



Oke langkah yang bagus untuk kali ini :D .... 
Masih ke direktori sebelumnya 

root@PC:/home/omnetpp-4.4.1#


Kalian harus menjalankans script configure dengan cara

user@PC:/home/omnetpp-4.4.1# ./configure


Tunggu hingga selesai. Apabila tidak terdapat notifikasi error, atau package yang kurang pada saat instalasi maka kita tinggal mengkompilasi dengan cara

root@PC:/home/omnetpp-4.4.1# make


Tunggu proses kompilasi selesai. Setelah selesai maka anda tinggal melaunch program tersebut

root@PC:/home/omnetpp-4.4.1# omnetpp


JIka program tersebut berjalan. Maka dapat dipastikan proses instalasi anda berjalan lancar.
kalian juga dapat mencoba menjalankan sample yang terdapat disana


root@PC:/home/omnetpp-4.4.1# cd samples/dyna


root@PC:/home/omnetpp-4.4.1/samples/dyna# ./dyna


JIka berhasil maka akan tampil contoh simulasi sederhana.


Sekian :D





Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Wednesday, November 20, 2013

DYNAMIC ROUTING RIP v2

               RIPv2 ( Routing Information Protocol vers.2 ) merupakan pengembangan dari protokol routing yang telah ada sebelumnya yakni RIP (Routing Information Protocol ) yang dikembangkan dengan metode Distance Vector. RIPv2 merupakan dynamic protocol routing yang bekerja dalam interior (artinya berada pada intradomain) yang dapat digunakan pada jaringan LAN maupun WAN. RIPv2 dikembangkan pada tahun 1993 hingga menjadi standard pada tahun 1998. Jika protokol pendahulunya RIP yang hanya bekerja berdasarkan Classfull addressing ( hanya berdasarkan kelas ) dan yang pasti kurang nya dukungan untuk VLSM ( Variable Length Subnet Mask ). Maka pada protokol RIPv2 sudah dapat membawa informasi mengenai subnet, sehingga penggunaan CIDR ( Classless Inter-domain Routing) dapat diterapkan. 

Kali ini kita akan merancang topologi jaringan seperti berikut : 
DOMAIN NETWORK: 2 KANTOR, 1 SERVER ICT
HOST : 7 PC
ROUTER : 3 bh 
SWITCH : 3 bh

Untuk langkah awal susunlah network device seperti gambar berikut :




















Langkah selanjutnya koneksikan kabel pada tiap network device yang telah disesuaikan pada Router kita akan menambahkan Serial Kabel DCE/DTE dengan menambahkan modul WIC-2T pada Physical. 2T berarti terdapat 2 buah interface serial yang digunakan nantinya. Untuk penggunaan device yang berbeda switch, router dan PC menggunakan stright cable. 
ROUTER 1 :
DCE/DTE(serial cable) : serial 0/0/0
FastEthernet : fa0/0

ROUTER2
DCE/DTE(serial cable) : serial 0/0/0
DCE/DTE(serial cable) : serial 0/0/1
FastEthernet : fa0/0

ROUTER3:
DCE/DTE(serial cable) : serial 0/0/0
FastEtherne : fa0/0


Langkah selanjutnya pelabelan Network domain dan alamat tiap-tiap interface
















Jadi kita dapat bahwa terdapat 5 network yang terbentuk yakni :
KANTOR A : 192.168.10.0
KANTOR B : 192.168.20.0
NETWORK ROUTER 1-2 : 10.10.20.0
NETWORK ROUTER 2-3 : 10.10.10.0
ICT : 112.16.30.0

Setelah terkonfigurasi maka tiap router dan switch telah directly connected dengan router di sebelahnya. Namun pada tahap ini router belum bisa memforward informasi dari kantor 1 ke kantor 2 ataupun ke ICT.karena kita belum melakukan proses routing.









Lakukan dynamic routing pada tiap-tiap router


KONFIGURASI IP ADDRESS

ROUTER1
__________
Router>en
Router#conf t
Router1(config)#hostname ROUTER1
ROUTER1(config)#int fastEthernet 0/0
ROUTER1(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
ROUTER1(config-if)#no shutdown
ROUTER1(config-if)#^Z
ROUTER1#
ROUTER1#conft
ROUTER1(config)#int serial 0/0/0
ROUTER1(config-if)#ip address 10.10.20.3 255.255.255.0
ROUTER1(config-if)#clock rate 64000
ROUTER1(config-if)#no shutdown
ROUTER1(config-if)#^Z
ROUTER1#copy run start



ROUTER2
___________
Router>en
Router#conf t
Router1(config)#hostname ROUTER2
ROUTER2(config)#int serial 0/0/0
ROUTER2(config-if)#ip address 10.10.20.4 255.255.255.0
ROUTER2(config-if)#clock rate 64000
ROUTER2(config-if)#no shutdown
ROUTER2(config-if)#^Z
ROUTER2#
ROUTER2#conf t
ROUTER2(config)#int fastEthernet 0/0
ROUTER2(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
ROUTER2(config-if)#no shutdown
ROUTER2(config-if)#^Z
ROUTER2#
ROUTER2(config)#int serial 0/0/1
ROUTER2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0
ROUTER2(config-if)#clock rate 64000
ROUTER2(config-if)#no shutdown
ROUTER2(config-if)#^Z
ROUTER2#copy run start



ROUTER3
__________
Router>en
Router#conf t
Router1(config)#hostname ROUTER3
ROUTER3(config)#int fastEthernet 0/0
ROUTER3(config-if)#ip address 112.16.30.1 255.255.255.0
ROUTER3(config-if)#no shutdown
ROUTER3(config-if)#^Z
ROUTER3#
ROUTER3#conf t
ROUTER3(config)#int serial 0/0/0
ROUTER3(config-if)#ip address 10.10.10.3 255.255.255.0
ROUTER3(config-if)#clock rate 64000
ROUTER3(config-if)#no shutdown
ROUTER3(config-if)#^Z
ROUTER3#copy run start


Setelah konfigurasi IP masing masing IP setelah selesai, maka langkah selanjutnya yakni melakukan dynamic routing pada jaringan. Untuk tiap tiap network

KONFIGURASI ROUTING RIPv2
_________________________________________________________________________________


ROUTER1
________
ROUTER1>en
ROUTER1#conf t
ROUTER1(config)#router rip
ROUTER1(config-router)#version 2
ROUTER1(config-router)#network 192.168.20.0
ROUTER1(config-router)#network 10.10.20.0
ROUTER1(config-router)#end
ROUTER1#copy run start

ROUTER2
________

ROUTER2>en
ROUTER2#conf t
ROUTER2(config)#router rip
ROUTER2(config-router)#version 2
ROUTER2(config-router)#network 192.168.10.0
ROUTER2(config-router)#network 10.10.20.0
ROUTER2(config-router)#network 10.10.10.0
ROUTER2(config-router)#end
ROUTER2#copy run start


ROUTER3
________

ROUTER3>en
ROUTER3#conf
ROUTER3(config)#router rip
ROUTER3(config-router)#version 2
ROUTER3(config-router)#network 10.10.10.0
ROUTER3(config-router)#network 112.16.30.0
ROUTER3(config-router)#end
ROUTER3#copy run start


Berikut tampilan routing table pada masing masing router

Router 1:






















Router 2:






















Router 3:





















Sebelumnya lakukan proses pinging pada server/admin pada endpoin di network 112.16.30.0 kemudian lakukan tracert untuk melihat berapa hop yang harus dilewati untuk mencapai host tujuan.
Kemudian kita akan mengakses DNS/Web Server dari Network ICT. Host host pada masing" network di set pada DNS Server dengan IP 112.16.30.3 ( IP dari Web Server ). 






















Setting DNS server pada node Server. kita gunakan domain deskmodd.com. 
Kemudian kita akan mengakses web server tersebut dari Network 192.168.20.0 pada host 192.168.20.2






















SEKIAN

Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+