Showing posts with label security. Show all posts
Showing posts with label security. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

CTF Tools and Resource



Praktisi dan geek mungkin nggak asing dengan kompetisi Capture The Flag (CTF). Di Indonesia sendiri sudah banyak lembaga yang menyelenggarakan event nasional seperti :

- IDSECCONF 
- CYBER JAWARA (yang diselenggarakan oleh IDSIRTII)

Di ranah international sendiri sudah banyak dan terdapat beberapa yang memang prestis seperti :

- DEFCON CTF (paling terkenal)
- INFOSEC INSTITUTE CTF (tempat terbaik untuk memulai), 
- TREND MICRO CTF

Tempat untuk memulai
Bagi kita yang baru memulai dan masih jalan untuk belajar termasuk penulis :'( ada baiknya kita lihat beberapa referensi yang penulis peroleh dari INFOSEC INSTITUTE dan juga penambahan dari penulis sendiri :
1.Trail of Bits CTF Guide 
2. Practice CTF List / Permanent CTF List
3. Awesome CTF
4. Vulnhub
5. CTF Resources
6. Reddits Security CTF
7. Forensic Wiki

Framework untuk belajar
Beberapa tools dibawah ini merupakan beberapa framework atau all in one tools yang dapat digunakan untuk media belajar antara lain
1. Pwntools
2. Ctf-tools
3. Metasploit Framework
4. ROPGadget
5. Peda

Reverse Engineering Tools, Debugger dan Decompiler
Dari sekian banyak quest/ task dari CTF sendiri RE, Decompiling, Debugging merupakan sekian task yang kemungkinan ada, oleh karena itu kita harus tahu beberapa tools yang dapat kita manfaatkan 
1.Immunity Debugger
2. OllyDbg
3. SWFScan
4. GDB (Ini kemungkinan paling sering digunain)
5. WINDBG
6. ApkTool (Android mobile)
7. PE Tool
8. UPX
9. dex2jar
10. Radare2
11. Strace
12. Objdump
13. PEID


Steganography 
Untuk steganographi terdapat beberapa tools yang melibatkan software multimedia seperti gimp, ffmpeg, audacity dan beberapa lain, langsung kita sebutkan beberapa diantaranya
1. Steghide (paling sering dipakai) sehingga makin jarang digunakan :p 
2. Ffmpeg
3. Gimp
4. Audacity
5. Stepic
6. Pngcheck
7. OpenStego
8. Outguess
9. StegFS
10. MP3Stego
11. Atomicparsley
12. Foremost


Crypthograhpy
Beberapa tools dibawah merupakan tools untuk kegunaan kriptografi
1. Hashdump
2. Sage
3. Cryptool
4. John The Ripper
5. crypo.in.ua (online)

 
Web Vulnerability and Exploitation
Beberapa tools dibawah ini mungkin kalian kenal karena kebanyakan dari kita sering memanfaatkannya untuk assesment website/ CMS kita sendiri
1. Burp Suite (All in one web vul framework)
2. OWASP ZAP
3. w3af
4. nikto (web vuln assessment)
5. Websploit
6. Wpscan (Wordpress vuln, plugin, theme checker dan bruteforcer)
7. OWASP dirbuster
8. Bizploit
9. Weevely (php backdoor)

Forensics tools
Berikut merupakan beberapa tools forensik yang biasa digunakan 
1. Strings
2. dd
3. Volatility
4. SANS Sift
5. Exiftool
6. DEFTLinux
7. Xplico


Networking
Beberapa tools ini mungkin sangat familiar 
1. Wireshark
2. tcpdump
3. tshark
4. nmap
5. netcat
6. scapy
7. Kismet (Wireless detector, sniffer dan IDS)
8. aircrack-ng (Wireless security cracker)


Network Defense
Untuk keamanan dan juga forensic terdapat beberapa tools yang kita kenal antara lain :
1. Snort
2. iptables
3. peepdf
4. Chellam
5. Antivirus (seluruh vendor)


Linux Distribution
1. Kali Linux
2. Backbox Linux
3. Santoku Linux (OS khusus buat forensic, malware analysis dan reverse engineering)
4. CAINE
5. DEFT Linux


Beberapa sumber dan referensi diambil dari 
INFOSEC INSTITUTE, SANS INSTITUTE


Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Friday, July 24, 2015

Skenario uji coba Man in The Middle Attack (MITM) pada jaringan lokal

Tulisan berikut merupakan ulasan sederhana, hands-on yang dilakukan oleh penulis semata-mata hanya untuk kebutuhan sharing dan berbagi.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan istilah dan penggunaan yang kurang tepat
pada tulisan ini.

Baiklah, kali ini kita akan membahas mengenai uji coba Man in the Middle Attack (MITM) pada local network. Skenario pengujian bisa dilakukan pada infrastruktur berbasis wireless ataupun wired. Jika berbasis wireless menggunakan AP ataupun Wireless Router sedangkan wired dapat menggunakan switch sebagai konsentrator. Dalam pengujian ini penulis menggunakan infrastruktur wireless (ADSL+Wireless) yang ada dirumah, skenario ini dapat kalian uji cobakan untuk memantau kegiatan dan aktivitas user lain tanpa diketahui oleh pengguna tersebut, dengan menggunakan sistem operasi Kali Linux. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan utama seseorang untuk melakukan MITM attack adalah sniff untuk mendengarkan percakapan yang terjadi antara 2 pihak yang sedang berkomunikasi.

Berikut merupakan representasi topologi yang digunakan untuk skenario
pada pos kali ini



 Gambar(1) Topologi skenario pengujian


Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah scanning(host discovery) pada local network, tujuan ini untuk mengetahui user mana saja yang sedang up
Untuk melakukan scanning, secara sederhana kita dapat menggunakan nmap ataupun zenmap(Graphical version).

root@xxx# nmap -sP 192.168.1.0/24
atau
root@xxx# nmap -T4 -F 192.168.1.0/24 // Quick Scan

Kita harus mengetahui terlebih dahulu ip mana yang berkemungkinan milik target yang akan kita uji. eleminasi terlebih dahulu beberapa ip yang bisa kita anggap bukan ip target, seperti :
- ip gateway (192.168.1.1)
- ip adsl/router(192.168.1.2)
- ip attacker/punya kita (192.168.1.8)

Setelah bisa menseleksi tes satu persatu kemungkinan ip yang mungkin, antara (3,4,5,7,100)

Jika menggunakan zenmap berikut hasil yang kita dapatkan 

Gambar (2). Nmap output list 


Gambar(3). Nmap topology view

 Jika kita sudah mengetahui ip target maka kita akan memasuki tahap selanjutnya.

Skenario yang dilakukan pada pengujian ini merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mengetahui proses dan cara kerja MITM itu sendiri. Dari topologi yang dibuat telah merepresentasikan bagaimana proses tersebut berlangsung dan pembaca mungkin sudah dapat menelaah apa tujuan MITM itu. MITM merupakan serangan yang hanya(kemungkinan) dapat terjadi pada jaringan lokal dari suatu sistem. 

Penetration test tool yang digunakan untuk pengujian ini adalah websploit 
pentest framework sederhana yang memungkinkan untuk melakukan MITM secara ringkas walaupun terdapat beberapa tools lain seperti ettercap, arpspoof yang bisa kita gunakan, namun penggunaan tools tidak melepas esensi dari proses pengujian yang akan dilakukan, karena tujuan yang akan dicapai adalah sama.

Lanjutkan,
kemudian jalankan websploit dari konsol anda
root@xxx# websploit

berikut antarmuka websploit saat pertama kali dijalankan
 





wsf> show modules
wsf> use network/mitm

wsf:MITM> show options
Dari opsi yang muncul dapat dilihat beberapa parameter seperti : interface, ip router, ip target, dan sniffer mode yang akan digunakan seperti urlsnarf, driftnet, dsniff, msgsnarf

wsf:MITM> set interface wlan0
wsf:MITM> set router 192.168.1.1
wsf:MITM> set target 192.168.1.7
wsf:MITM> set sniffer urlsnarf
Setelah semua konfigurasi selesai maka jalankan websploit framework
wsf:MITM> run
berikut hasil yang ditampilkan berupa sniffing . . . url yang dibuka oleh target melalui browser ..
result websploit
Ulasan ini hanyalah sekedar sharing dan berbagi ilmu, penulis berharap dapat digunakan dengan bijak. Pdf file versi latex dapat diunduh dibawah.



Selamat Membaca




Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Wednesday, July 08, 2015

DVWA - Sarana onself training untuk web penetration test

Damn Vulnerable Web App merupakan salah satu dari beberapa framework web vulnerable yang ditujukan untuk pembelajaran. Framework ini memiliki kelebihan lain dibandingkan kebanyakan framework web vulnerable seperti OWASP-Hackademic, ExploitDB, LAMPSecurity dan banyak lainnya, salah satu kelebihannya yakni dikarenakan framework ini menggunakan PHP dan MYSQL sebagai basisnya. Dikembangkan oleh RandomStorm salah satu Security Provider ternama dari UK, oleh karena itu bagi pemula yang ingin mempelajari dan memperdalam baik untuk keperluan offensive maupun defensive DVWA menjadi pilihan karena framework ini berbasis opensource, jadi kita dapat sesuka hati untuk melakukan oprek.

Setelah mengetahui beberapa kelebihan tersebut tidak ada salahnya untuk mencoba dan mempelajari dasar-dasar web penetration. Beberapa jenis serangan yang disajikan oleh DVWA antara lain ialah :

1.  Brute Force
2.  CE(Command Execution)
3.  CSRF(Cross Site Request Forgery)
4.  File Inclusion
5.  SQL Injection
6.  SQL Blind
7.  Upload(shell)
8.  XSS(Reflected, Stored)

Kedelapan jenis serangan berikut hampir seluruhnya terkategori dalam 10 besar OWASP top 10.Kelebihan lainnya dari DVWA ialah adanya security level dari framework tersebut artinya tingkat vulnerabilities dari sistem tersebut dalam menerima malicious input dari pentester.
Agar penggunaan lebih baik lagi disarankan untuk mempelajari fundamental dari masing-masing serangan, terkadang terdapat beberapa istilah terkait seperti Injection Flaw (Code Injeciton, SQL Injection). Dari itu pelajari terlebih dahulu fundamental dari masing" istilah serangan.

Untuk selanjutnya kita akan membahas mengenai proses instalasi pada web server dan juga bagaimana proses pentest dilakukan untuk tiap" serangan.

Oke sekian, terima kasih semoga bermanfaat.


Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+