Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Wednesday, April 27, 2016

FItur Port Mirrroring TP-LINK Easy Smart Switch TL-SG108E




Kebutuhan manage switch pada dasarnya banyak digunakan untuk keperluan manejemen insfrastruktur IT bagi perusahaan, instansi pemerintah, institusi swasta hingga sekolah untuk keperluan manajemen bandwith(QOS), VLAN, Trunking, troubelshooting(port mirroring). Dengan harga yang terbilang non-affordable untuk keperluan pribadi, maka terdapat alternatif untuk kita yang tidak mampu membeli perangkat manage switch dari beberapa vendor terkenal seperti Cisco(catalyst), hp(3com), Arista, Allied Telesync, Avaya, Brocade, Netgear, Fortinet(fortiswitch), Dell Switch, dan beberapa vendor dengan codename product nya masing-masing.

Salah satu alternatif yang dapat kita manfaatkan, dan affordable untuk keperluan riset khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalankan tugas akhir mengenai network dan information security untuk keperluan monitoring dapat menggunakan product dari TP-LINK easy smart switch TL-SG108E. Produk ini terbilang sangat baik dan mudah bagi pengguna awam. Beberapa fitur yang tersedia antara lain :

Switching : IGMP Snooping, Port Trunking
Monitoring : Port Mirror, Cable Test, Loop Prevention
VLAN : MTU VLAN, Port based VLAN, 802.1Q VLAN, 802.1Q PVID
QOS : QOS Basic, Bandwith Control, Storm Control,

Penulis sendiri menggunakan perangkat ini untuk keperluan riset, untuk skala penelitian (topologi) yang tidak terlalu kompleks sangat disarankan. Untuk pengkonfgurasiannya pun terbilang sangat mudah, karena disediakan driver (interfacing) berbasis GUI untuk mengelola fitur-fitur yang terdapat pada tp-link smart switch.

Berikut dapat dilihat setting konfigurasi port mirroring pada TP-LINK easy smart switch :







Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Monday, August 03, 2015

Mengenal beberapa BackEnd Framework untuk pengembangan Web

Pada pos sebelumnya "Memilih CSS Front-End Framework untuk pengembangan web" kita telah dikenalkan dengan beberapa framework yang digunakan sebagai front-end framework. Maka kali ini kita akan membahas dan mengenal beberapa Backend Framework untuk  pengembangan web. Secara alfabetis akan kita bahas satu persatu tiap-tiap framework yang ada.


Framework Description
Aura If you like clean code, fully decoupled libraries, and truly independent packages, then the Aura project is for you.
Backbone.js Backbone.js gives structure to web applications by providing models with key-value binding and custom events, collections with a rich API of enumerable functions, views with declarative event handling, and connects it all to your existing API over a RESTful JSON interface.
CakePHP Rapid development PHP framework.
CodeIgniter CodeIgniter is a proven, agile & open PHP web application framework with a small footprint. It is powering the next generation of web apps.
Dart Dart is a new platform for scalable web app engineering.
Django Django is a high-level Python Web framework that encourages rapid development and clean, pragmatic design.
express Express is a minimal and flexible node.js web application framework, providing a robust set of features for building single and multi-page, and hybrid web applications.
Flight An extensible micro-framework for PHP.
FuelPHP FuelPHP is a simple, flexible, community driven PHP 5.3+ framework, based on the best ideas of other frameworks, with a fresh start.
Kohana An elegant HMVC PHP5 framework that provides a rich set of components for building web applications.
Lavarel Laravel is a PHP framework built on top of several Symfony components, giving your application a great foundation of well-tested and reliable code.
Lithium Lithium is a full-stack web application framework, for producing web applications. It is written in PHP, supporting PHP 5.3 and onwards and is based on the model–view–controller development architecture. It is described as adhering to no-nonsense philosophies
MEAN.IO MEAN is an opinionated fullstack javascript framework - which simplifies and accelerates web.
Mean.js MEAN.JS is a full-stack JavaScript solution that helps you build fast, robust and maintainble production web applications using MongoDB, Express, AngularJS, and Node.js. MEAN.JS is a fork of mean.io.
MooTools MooTools is a compact, modular, Object-Oriented JavaScript framework designed for the intermediate to advanced JavaScript developer for building Backend and Frontend Applications
node.js Node.js is a platform built on Chrome's JavaScript runtime for easily building fast, scalable network applications. Node.js uses an event-driven, non-blocking I/O model that makes it lightweight and efficient, perfect for data-intensive real-time applications that run across distributed devices.
Phalcon Phalcon is a web framework implemented as a C extension offering high performance and lower resource consumption. According to the creators, it is the fastest PHP framework.
Phonegap PhoneGap is a free and open source framework that allows you to create mobile apps using standardized web APIs for the platforms you care about.
Ruby on Rails Ruby on Rails is an open source web framework that's optimized for programmer happiness and sustainable productivity.
Sinatra Sinatra is a free and open source software web application library and domain-specific language written in Ruby. It is an alternative to other Ruby web application frameworks such as Ruby on Rails, Merb, Nitro and Camping.
Sysmfony Symfony is a set of reusable PHP components and a PHP framework for web projects. Yii
Yii Yii is a high-performance PHP framework best for developing Web 2.0 applications. Yii comes with rich features: MVC, DAO/ActiveRecord, I18N/L10N, caching, authentication and role-based access control, scaffolding, testing, etc.
Zend framework implemented in PHP 5 and licensed under the New BSD License.
Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Friday, July 10, 2015

Mengaktifkan koneksi melalui konsol (CLI) di linux dengan nmcli


mengaktifkan koneksi melalui konsole (CLI) di linux dengan nmcli





Kali ini kita akan menjelaskan mengenai cara mengaktifkan koneksi baik broadband, wireless ataupun wired melalui terminal linux. Metode ini digunakan biasanya pada sistem operasi yang tidak menggunakan atau memasang Desktop Environment, seperti Linux Server(CentOS, Debian, Ubuntu).

Baiklah, pada percobaan ini kita akan mengkoneksikan laptop (linux) dengan access point/ wireless hotspot dari mobile phone.

Jadi bagaimana caranya untuk mengaktifkan koneksi melalui terminal ?
Dari menu graphical (GUI) kita biasanya menggunakan network manager, dari itu kita akan menggunakan network manager command line interface atau juga disebut sebagai "nmcli"
untuk mengontrol koneksi dari device network yang terhubung ke end-device milik kita.
seperti modem(broadband), wireless connection(wifi), ataupun wired(utp/stp).
#man nmcli

Untuk melihat ketersediaan koneksi maka jalankan terlebih dahulu perintah berikut :
#nmcli dev status
Akan terlihat interface yang aktif dan tersedia dari itu kita tahu bahwa koneksi wlan0 yang available walaupun dalam keadan disconnect dari itu kita perlu mengkatifkannya.
mengaktifkan koneksi melalui terminal dengan nmcli






#nmcli [OPTIONS] OBJECT | COMMAND
contoh ditas merupakan susunan dasar perintah nmcli
untuk kegunaan kita langsung melangkah pada komponen yang terdapat pada OBJEK
OBJEK terdiri dari
  • nm
  • con 
  • dev

Jika kita tidak mengetahui connnection name/SSID maka jalankan command shell berikut agar kita mengetahui
#nmcli con list
Maka akan tampil listing connection name seperti pada gambar berikut, terlihat bahwa terdapat SSID dengan nama "Tri Mobile Data 7281"
mengaktifkan koneksi melalui konsol (CLI) di linux dengan nmcli




Untuk mengkoneksikannya kita gunakan objek "con" dengan perintah berikut
#nmcli con up id "Tri Mobile Data 7281
Jika sudah maka akan muncul dialog seperti gambar dibawah ini :
mengaktifkan koneksi melalui konsole (CLI) di linux dengan nmcli







Itu artinya wireless connection sudah terhubung.
Jadi bagaimana jika kita ingin menonaktifkan atau melakukan disconnecting pada access point tersebut?


Caranya ialah dengan command shell berikut :
#nmcli dev disconnect iface wlan0
Dengan menjalankan command shell tersebut koneksi pada AP tersebut sudah terputus.

Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Thursday, July 09, 2015

Menguasai Command Line Interface (CLI) Linux ch.1


Berikut merupakan beberapa cara untuk menguasai Command Line Interface di Sistem Operasi berbasis Linux
Petunjuk bedakan sign ($) dan (#) gunakan sesuai dengan keadaan
($) = common user
(#) = super user (root)

1. ls
$ls
$ls -l --> listing direktori dengan long format
$ls -a --> melihat direktori atau berkas yang terhidden
$ls -h --> listing direktori dengan human readble format
Kita dapat menggunakan command shell "ls" untuk melisting berkas ataupun direktori dimana path kita berada

2. cd
$cd /home/ridwanzal
perintah cd memungkinkan kita untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lain.

3. cp
$cp file_saya /home/ridwanzal/folder_lain
$cp -r direktori_saya /home/ridwanzal/folder_lain
perintah cp digunakan untuk melakukan proses penyalinan data dengan beberapa opsi single file ataupun recursive

4. mv
$mv file_saya /home/ridwanzal/direktori_lain
Sama halnya seperti perintah cp namun mv lebih seperti pemindahan file atau direktori karena original file akan terdelete apabila menggunakan perintah ini.

5. rm untuk menghapus file kondisikan apakah berkas atau direktori tersebut berada pada folder /home dimana kita memiliki kuasa penuh atas setiap file atau direktori yang kita miliki apabila tidak gunakan mode root(#) untuk menghapus file
$rm /home/ridwanzal/file_delete/tugas.odt --> berkas
$rm -r /home /home/ridwanzal/direktori_delete --> direktori
$rm file_delete
$rm -r direktori_delete

6. mkdir
$mkdir /home/ridwanzal/folder_baru
mkdir(make directory) difungsikan untuk membuat direktori pada sistem

7. cat
$cat > newfile.txt --> membuat file baru
$cat newfile.txt --> melihat isi file
$cat newfile.txt >> newfile2.txt menjadikan newfile sebagai standar output dan newfile2 sebagi standar input sehingga file 2 juga berisi konten isi newfile
cat(concatenate) pada dasarnya difungsikan untuk penggabungan file namun cat juga mempunyai fungsi dasar untuk membuat file, melihat isi file dan juga menggabungkan file

8. touch
$touch /home/ridwanzal/filebaru
touch (change file timestamps) difungsikan pula untuk meng-create file/berkas pada sistem berbasis unix/linux like

9. su atau sudo su
$su -->
~# --> mode root
$sudo su -->
~# --> mode root
$su pengguna
pengguna@linux$
su merupakan abbreviation dari substitute user atau juga super user, pada distribusi tertentu su digunakan pada dasarnya untuk jalan ke mode root atau juga beralih ke user/pengguna lain, sedangkan pada distribsi ubuntu, mint dan turunan ubuntu pada dasarnya menggunakan "sudo su" untuk beralih ke mode root.

10. pwd
$pwd
/home/ridwanzal
pwd (print work directory) difungsikan untuk memberikan informasi nama direktori kerja yang sedang digunakan/dipakai
11. adduser
#adduser pengguna_baru
adduser merupakan utilitias untuk menambahkan pengguna baru setelah mengeksekusi perintah diatas akan muncul dialog untuk password terkait dan juga user info yang harus diisi

12. useradd
#useradd pengguna_baru2
useradd juga merupakan salah satu utilitas untuk membuat user di sistem operasi linux, namun karena utilitas ini merupakan jenis low level jadi sebaiknya gunakan adduser

13. passwd
#passwd ridwanzal
Enter new UNIX Password :
satu lagi utilitas yang berguna untuk manajemen user yakni passwd. difungsikan untuk mengubah password user.

14. chmod
#chmod 755 file
#chmod 755 -R direktori
chmod atau change file mode bits merupakan utilitas konsol linux yang digunakan untuk mengubah grant/permission dari suatu file izin ini direpresentasikan dapat berupa letter(u,a,x) atau pun juga dalam bentuk bilangan(oktal)

15. chown
#chown root:root file
chown difungsikan untuk mengubah ownership(kepemilikan) suatu file atau direktori pada sistem

16. chgrp
#chgrp admin /var/log/snort/snort.log --> file
#chgrp -R admin /var/log --> direktori
chgrp difungsikan untuk merubah ownership grup dari suatu file ataupun direktori

17. zip
$zip python_file.zip /home/ridwanzal/file.py --> file archive compression
$zip -r program.zip /home/ridwanza/program --> directory archive compression
zip merupakan package and compress file difungsikan untuk membuat arsip dari suatu direktori atau pun berkas dan juga dimanfaatkan untuk kompresi

18. unzip
$unzip python_file.zip
jika zip difungsikan untuk menarsipkan dan maka unzip difungsikan untuke ekstraksi data.

19. who
$who
ridwanzal pts/0 2013-09-21 08:01 (:0.0)
who merupakan utilitias yang berfungsi untuk melihat siapa saja yang logged on ke sistem.

20. w
$w
USER TTY FROM LOGIN@ IDLE JCPU PCPU WHAT
root pts/2 :0.0 13:06 7.00s 0.29s 0.00s w
w memilki fungsi yang hampir sama dengan who akan tetapi kita juga dapat melihat aktivitas apa yang dilakukan user selama log on ke sistem

Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Tuesday, July 07, 2015

[FOSS] Synfig 2D Free Animation Software

Animasi 2 dimensi merupakan salah satu contoh teknologi animasi terdahulu, dimana pergerakan(animasi) dari gambar direpresentasikan dalam suatu frame.
Teknologi ini masih bertahan hingga sekarang, ya yang pasti untuk kebutuhan industri masih sangat diperhitungkan, sebut saja pembuatan anime atau pun cartoon.

Sebetulnya terdapat banyak tools terkait mengenai animasi 2 dimensi, namun sebelumnya kita ulas terlebih dahulu beberapa keunggulan synfig dan kenapa synfig lebih populer dibandingkan beberapa tools animasi lain.

Synfig memiliki segudang fitur berkualitas, dengan antarmuka yang juga lebih spesifik seperti tools window, editing window, navigator window, parameter window. 
Kelebihan lainnya ialah multi platform, Linux, Windows dan juga MAC OS.


Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Friday, July 03, 2015

Memilih CSS Front-End Framework untuk pengembangan web

Mungkin telah banyak yang tahu mengenai bagaimana proses pengembangan web. Web dibangun dengan berbagai macam platform, fitur, keunggulan dan juga keragaman. Membangun sebuah web dapatnya seperti memilih jenis parfum yang terdapat pada suatu swalayan, kalian dapat melihat dan merasakan perbedaanny namun yang pasti semuanya berfungsi sebagai parfum. :D ...(Oke abaikan)

Web pada zaman sekarang telah banyak mengalami kemajuan dimana memberikan keluwesan pengembang dengan berbagai pilihan, praktis dan dipermudah, tidak hanya pada pengembangan front-end namun juga pada back-end.  

Penulis walau hanya memakai blogger untuk menulis namun juga tidak ketinggalan untuk  menikmati bagaimana pengembangan suatu web dengan penggunaan framework. Framework merupakan perangkat/tools/plugin telah tersusun dan tersistematis memberikan kemudahan dengan daftar fungsi tertentu untuk memudahkan pengembangan suatu sistem, dan pasti dalam dunia IT web framework termasuk salah satu yang paling pesat perkembangannya. Sudah dijelaskan sebelumnya dalam mengembangkan web, terdapat beberapa part tertentu yang memang  jadi bahasan utama dan mereka tidak dapat dimixing satu dengan yang lain 

Part pertama yakni Front-End Development Framework. Untuk pengembangan web front-end atau antarmuka pasti melibatkan CSS. CSS dikembangkan dalam suatu framework tertentu dengan fungsi dan kegunaan tertentu yang pasti lebih handal, aman, cepat dan juga eyecatching. Terdapat beberapa framework yang pada pengembangannya sudah menarik perhatian developer seluruh dunia. Framework tersebut antara lain :  

  1. Bootstrap, 
  2. Foundation, 
  3. Semantic UI, 
  4. 960 Grid System, 
  5. Kube, 
  6. Cardinal Framework, 
  7. Less Framework, 
  8. Blue Print,
  9. YAML, 
  10. Wee,
  11. Modest Grid, 
  12. Floatz, 
  13. UI Kit, 
  14. Skeleton.

Diatas mungkin masih sebahagian yang disebutkan. Namun daripada yang disebutkan diatas terdapat beberapa framework yang memang pada dasarnya sudah populer dan paling banyak digunakan, seperti Bootstrap, Semantic UI dan Foundation merupakan 3 besar yang paling populer. Front-End framework juga biasa disebut sebagai CSS framework karena dominasi penggunaan CSS pada framework tersebut. Perbedaan masing-masing framework tersebut terletak pada preprocessor dari CSS yang digunakan dan juga license dari framework tersebut. Sebut saja Bootstrap yang menggunakan MIT license dan juga menggunakan kedua preprocessor seperti SASS dan juga LESS selanjutnya Semantic UI juga merupakan MIT License namun hanya menggunakan LESS Preprocessor.

Jadi dengan segitu banyak framework yang ada kita sebagai pengembang harus memilih yang mana? Jika harus memilih maka pilihlah yang paling populer karena kemungkinan perangkat yang populer perkembangannya berkelanjutan. Penulis sendiri lebih prefer dengan penggunaan Bootstrap sebagai awal percobaan, karena bootstrap cukup populer.

Oke begitulah sedikit pengantar mengenai penggunaan dan memilih CSS framework dalam pengembangan web. Selanjutnya kita mungkin akan membahas penggunaannya.

Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+

Tuesday, June 30, 2015

Reference Manager menggunakan mendeley


Assalamualaikum wr.wb
Udah lama gak nulis, jadi kangen pengen berbagi
Pada kesempatan ini kita akan membahas Reference Manager. Apa itu Reference Manager?
Reference Manager merupakan suatu tools ataupun apps atau juga dapat berupa plugins yang berkaitan dengan dunia riset yang digunakan untuk mengorganisir dan mengannotate file pdf (berkaitan dengan artikel ilmiah).

Mendeley Reference Manager mungkin akan sangat berguna bagi mahasiswa tingkat akhir, karena pada masa-masa inilah mahasiswa belajar mengenai apa sebenarnya penelitian itu dan
penggunaan ref.manager seperti ini dapat membantu kita mengorganisir paper-paper ilmiah yang akan digunakan sebagai referensi.

Penulis mengenal tools berikut dari Pembimbing Tugas Akhir penulis yaitu Dr. Deris Stiawan(Ph.D.) yaitu dosen senior di jurusan penulis.
Reference Manager seperti mendeley memberikan kemudahan karena tidak hanya multi platform dalam hal terkait sistem operasi namun juga platform perangkat. Mendeley juga dapat dipasang di mobile(smartphone) kita.

Selain Mendeley terdapat beberapa alternative software yang memiliki kesamaan fungsi
beberapa diantaranya antara lain yang dapat kita lihat di http://alternativeto.net/software/mendeley/

Zotero, aplikasi opensource ini juga merupakan salah satu yang terbaik, namun penggunaan
              aplikasi ini adalah sebagai extension atau plugins dari browser.
EndNote (Paid Software) sangat baik dan juga hanya tersedia untuk platform Windows dan
              juga OSX(Mac)
Qiqqa, juga merupakan salah satu versi premium untuk reference manager dan juga
            tools ini multi-platform bahkan terdapat layanan cloud pada Qiqqa



Dibawah ini adalah tampilan dari Mendeley yang berjalan pada sistem operasi Debian



Tampilan Mendeley Desktop v. 1.138



Oh, dan tidak lupa mendeley dapat digunakan dan di integrasikan pada bermacam jenis office suite, untuk Windows bekerja sangat baik dengan Microsoft Office,
pada platform linux, dengan openoffice atau sekarang lebih dikenal dengan LibreOffice juga sangat baik digunakan pada office suite ini. 




Bagikan :   |  Facebook|  Twitter|  Google+